Welcome to My Website

Followers

Diberdayakan oleh Blogger.

BAB I
DEFINISI PROFESI
1.1. Definisi Profesi
Organisasi profesi merupakan organisasi yang anggotanya adalah para praktisi yang menetapkan diri mereka sebagai profesi dan bergabung bersama untuk melaksanakan fungsi-fungsi sosial yang tidak dapat mereka laksanakan dalam kapasitas mereka seagai individu.

Beberapa pengertian profesi
1. Winsley (1964)
Profesi adalah suatu pekerjaan yang membutuhkan badan ilmu sebagai dasar untuk pengembangan teori yang sistematis guna menghadapi banyak tantangan baru, memerlukan pendidikan dan pelatihan yang cukup lama, serta memiliki kode etik dengan fokus utama pada pelayanan.

2. Schein E. H (1962)
Profesi merupakan suatu kumpulan atau set pekerjaan yang membangun suatu set norma yang sangat khusus yang berasal dari perannya yang khusus di masyarakat.

3. Hughes,E.C ( 1963 )
Profesi merupakan suatu keahlian dalam mengetahui segala sesuatu dengan lebih baik dibandingkan orang lain (pasien).

1.2. Klasifikasi Profesi
A. Ciri-ciri Organisasi Profesi
Menurut Prof. DR. Azrul Azwar, MPH (1998), ada 3 ciri organisasi sebagai berikut :
1.Umumnya untuk satu profesi hanya terdapat satu organisasi profesi yang para anggotanya berasal dari satu profesi, dalam arti telah menyelesaikan pendidikan dengan dasar ilmu yang sama

2.Misi utama organisasi profesi adalah untuk merumuskan kode etik dan kompetensi profesi serta memperjuangkan otonomi profesi

3.Kegiatan pokok organisasi profesi adalah menetapkan serta meurmuskan standar pelayanan profesi, standar pendidikan dan pelatihan profesi serta menetapkan kebijakan profesi
Ciri-ciri profesi menurut Winsley,(1964 ):

1. Didukung oleh badan ilmu ( body of knowledge ) yang sesuai dengan bidangnya, jelas wilayah kerja keilmuannya dan aplikasinya.

2.Profesi diperoleh melalui pendidikan dan pelatihan yang terencana, terus menerus dan bertahap

3.Pekerjaan profesi diatur oleh kode etik profesi serta diakui secara legal melalui perundang-undangan

4.Peraturan dan ketentuan yag mengatur hidup dan kehidupan profesi (standar pendidikan dan pelatihan, standar pelayanan dan kode etik) serta pengawasan terhadap pelaksanaan peraturan-peraturan tersebut dilakukan sendiri oleh warga profesi

Dikatakan juga oleh Shortridge,L.M ( 1985 ),Ciri-ciri profesi esensial suatu profesi adalah sbb:

1.Berorientasi pada pelayanan masyarakat

2.Pelayanan keperawatan yang diberikan didasarkan pada ilmu pengetahuan

3.Adanya otonomi

4.Memiliki kode etik

5. Adanya organisasi profesi.

Secara umum ada 3 ciri yang disetujui oleh banyak penulis sebagai ciri sebuah profesi. Adapun ciri itu ialah:

1.Sebuah profesi mensyaratkan pelatihan ekstensif sebelum memasuki sebuah profesi. Pelatihan ini dimulai sesudah seseorang memperoleh gelar sarjana. Sebagai contoh mereka yang telah lulus sarjana baru mengikuti pendidikan profesi seperti dokter, dokter gigi, psikologi, apoteker, farmasi, arsitektut untuk Indonesia. Di berbagai negara, pengacara diwajibkan menempuh ujian profesi sebelum memasuki profesi.

2.Pelatihan tersebut meliputi komponen intelektual yang signifikan. Pelatihan tukang batu, tukang cukur, pengrajin meliputi ketrampilan fisik. Pelatihan akuntan, engineer, dokter meliputi komponen intelektual dan ketrampilan. Walaupun pada pelatihan dokter atau dokter gigi mencakup ketrampilan fisik tetap saja komponen intelektual yang dominan. Komponen intelektual merupakan karakteristik profesional yang bertugas utama memberikan nasehat dan bantuan menyangkut bidang keahliannya yang rata-rata tidak diketahui atau dipahami orang awam. Jadi memberikan konsultasi bukannya memberikan barang merupakan ciri profesi.

3.Tenaga yang terlatih mampu memberikan jasa yang penting kepada masyarakat. Dengan kata lain profesi berorientasi memberikan jasa untuk kepentingan umum daripada kepentingan sendiri. Dokter, pengacara, guru, pustakawan, engineer, arsitek memberikan jasa yang penting agar masyarakat dapat berfungsi; hal tersebut tidak dapat dilakukan oleh seorang pakar permainan caturmisalnya. Bertambahnya jumlah profesi dan profesional pada abad 20 terjadi karena ciri tersebut. Untuk dapat berfungsi maka masyarakat modern yang secara teknologis kompleks memerlukan aplikasi yang lebih besar akan pengetahuan khusus daripada masyarakat sederhana yang hidup pada abad-abad lampau. Produksi dan distribusi enersi memerlukan aktivitas oleh banyak engineers. Berjalannya pasar uang dan modal memerlukan tenaga akuntan, analis sekuritas, pengacara, konsultan bisnis dan keuangan. Singkatnya profesi memberikan jasa penting yang memerlukan pelatihan intelektual yang ekstensif.

Di samping ketiga syarat itu ciri profesi berikutnya. Ketiga ciri tambahan tersebut tidak berlaku bagi semua profesi. Adapun ketiga ciri tambahan tersebut ialah:

4.Adanya proses lisensi atau sertifikat. Ciri ini lazim pada banyak profesi namun tidak selalu perlu untuk status profesional. Dokter diwajibkan memiliki sertifikat praktek sebelum diizinkan berpraktek. Namun pemberian lisensi atau sertifikat tidak selalu menjadikan sebuah pekerjaan menjadi profesi. Untuk mengemudi motor atau mobil semuanya harus memiliki lisensi, dikenal dengan nama surat izin mengemudi. Namun memiliki SIM tidak berarti menjadikan pemiliknya seorang pengemudi profesional. Banyak profesi tidak mengharuskan adanya lisensi resmi. Dosen di perguruan tinggi tidak diwajibkan memiliki lisensi atau akta namun mereka diwajibkan memiliki syarat pendidikan, misalnya sedikit-dikitnya bergelar magister atau yang lebih tinggi. Banyak akuntan bukanlah Certified Public Accountant dan ilmuwan komputer tidak memiliki lisensi atau sertifikat.

5.Adanya organisasi. Hampir semua profesi memiliki organisasi yang mengklaim mewakili anggotanya. Ada kalanya organisasi tidak selalu terbuka bagi anggota sebuah profesi dan seringkali ada organisasi tandingan. Organisasi profesi bertujuan memajukan profesi serta meningkatkan kesejahteraan anggotanya. Peningkatan kesejahteraan anggotanya akan berarti organisasi profesi terlibat dalam mengamankan kepentingan ekonomis anggotanya. Sungguhpun demikian organisasi profesi semacam itu biasanya berbeda dengan serikat kerja yang sepenuhnya mencurahkan perhatiannya pada kepentingan ekonomi anggotanya. Maka hadirin tidak akan menjumpai organisasi pekerja tekstil atau bengkel yang berdemo menuntut disain mobil yang lebih aman atau konstruksi pabrik yang terdisain dengan baik.

6.Otonomi dalam pekerjaannya. Profesi memiliki otonomi atas penyediaan jasanya. Di berbagai profesi, seseorang harus memiliki sertifikat yang sah sebelum mulai bekerja. Mencoba bekerja tanpa profesional atau menjadi profesional bagi diri sendiri dapat menyebabkan ketidakberhasilan. Bila pembaca mencoba menjadi dokter untuk diri sendiri maka hal tersebut tidak sepenuhnya akan berhasil karena tidak dapat menggunakan dan mengakses obat-obatan dan teknologi yang paling berguna. Banyak obat hanya dapat diperoleh melalui resep dokter.

BAB II
STANDAR PROFESI DI AMERIKA & EROPA

2.1. Standar Profesi di Amerika & Eropa
2.1.1. Pustakawan dan Konsep Negara Modern
Satu hal penting mengapa profesi pustakawan dihargai di Amerika adalah bahwa dari sejarahnya, perkembangan profesi pustakawan di Amerika Serikat sejalan dengan sejarah pembentukan Amerika Serikat sebagai negara modern dan juga perkembangan dunia akademik. Pada masa kolonial, tradisi kepustakawanan di dunia akademik merupakan bagian dari konsep negara modern, utamanya berkaitan dengan fungsi negara untuk menyediakan dan menyimpan informasi. Oleh karena itu, profesi purstakawan (bibliographist) dan ahli pengarsipan (archieving specialist) mulai berkembang pada masa itu.
Sejalan dengan itu, posisi pustakawan mengakar kuat di universitas-universitas dan tuntutan profesionalitas pustakawan pun meningkat. Untuk menjadi seorang pustakawan, Seseorang harus mendapatkan gelar pada jenjang S1 pada area tertentu terlebih dahulu untuk bisa melanjutkan ke jenjang S2 di bidang perpustakaan. Khusus untuk pustakawan hukum, beberapa sekolah perpustakaan memiliki jurusan khusus pustakawan hukum. Umumnya gelarnya berupa MLS atau MLIS (Master of Library and Information Science). Pendidikan jenjang S2 ini ditempuh selama dua tahun. Sistem pendidikan yang seperti ini sangat kondusif untuk menciptakan spesialisasi dalam profesi pustakawan itu sendiri, yang tidak hanya mampu membuat dan menyusun katalog namun juga memiliki pengetahuan khusus di bidang tertentu, misalnya pustakawan yang juga memiliki pengetahuan di bidang hukum.

Untuk memastikan hal ini, dibentuklah panduan profesi pustakawan yang memastikan seorang pustakawan harus memiliki gelar profesional pustakawan. Selain harus memiliki sertifikat, para pustakawan profesional ini pun juga terus mengembangkan pendidikan profesinya dengan mengikuti pelatihan-pelatihan di area tertentu yang berkaitan dengan pengolahan dokumen. Hal ini penting untuk menghadapi perkembangan dunia elektronik yang juga berpengaruh terhadap kebutuhan pengguna dan proses pengolahan.

2.1.2. Relasi Pustakawan dengan Staf Teknis dan Profesi yang Didukungnya

Sementara itu, pekerjaan-pekerjaan teknis yang berkaitan dengan manajemen dan pengelolaan perpustakaan seperti scanning dokumen, jaringan internet, memasang sistem katalog dalam jaringan komputer, dikerjakan ahli-ahli yang berfungsi sebagai staf teknis perpustakaan. Umumnyam mereka memiliki latar belakang pendidikan di bidang Teknologi Informasi.
Mereka staf teknis dan bukan pustakawan.

Hal ini tentu berbeda dengan kondisi di Indonesia. Profesi pustakawan seringkali ditempatkan hanya sebagai pekerjaan teknis, tukang mengolah katalog, mencari dan mengembalikan buku perpustakaan ditempatnya, serta memfotokopi dokumen yang dibutukan pengguna. Tidak ada pembagian fungsi dan tugas yang tegas antara pustakawan dan staf teknis.

Perbedaan lainnya juga terletak pada relasi antara pustakawan dengan profesi yang didukungnya. Sebagai contoh, pustakawan yang bekerja di universitas memiliki kontribusi bagi dunia akademik dengan melakukan riset-riset. Misalnya, riset mengenai efektivitas perkuliahan. Selain itu, mereka juga mengenalkan ilmu keperpustakaan kepada mahasiswa melalui kurikulum dengan menyediakan satu sesi di setiap mata kuliah untuk berdiskusi megnenai akses informasi. Pustakawan mempresentasikan dan berdiskusi megnenai bagaimana menggunakan layanan perpustakaan dan menggunakan alat-alat yang disediakan untuk mencari informasi yang dibutuhkan serta etika akademis dalam mengutip tulisan orang lain. Selain itu, juga disediakan panduan online yang diintegrasikan dengan situs mata kuliah tersebut.

Contoh lainnya adalah hubungan profesi pustakawan dengan profesi ahli bahasa. Pustakawan di Amerika Serikat bekerjasama dengan The Modern Language Association menyusun panduan yang berkaitan dengan informasi linguistik yang berisi materi-materi, metode-metode dan bahkan hal-hal mengenai etika yang berkaitan dengan linguistik.

Profesi pustakawan hukum pun seyogyanya dapat melakukan riset yang dapat berkontribusi bagi profesi hukum. Banyak pustakawan hukum di Amerika Serikat yang juga memiliki gelar hukum dan aktif melakukan penelitian dan kontribusi lainnya terhadap profesi hukum. Sehingga, pustakawan tidak berfungsi sekedar sebagai supervisi dan kolektor dokumen saja. Selain itu, hubungan antar pustakawan dengan profesi yang didukungnya, misalnya dalam dunia akademik, menjadi setara.


2.1.3. Komunitas Pustakawan yang Kritis
Hal yang menarik lainnya adalah komunitas pustakawan di Amerika Serikat yang sangat kritis terhadap perkembangan yang bisa berdampak pada perpustakaan dan profesinya. Komunitas pustakawan di Amerika Serikat terlibat aktif dalam gerakan akses terbuka terhadap informasi. Perpustakaan berfungsi sebagai penghubung dan penyedia informasi yang lebih murah bagi publik.

Mereka bekerja dengan para akademisi dan organisasi-organisasi penting. Salah satunya, adalah advokasi kepada para akademisi untuk tidak mempublikasikan tulisannya melalui penerbit-penerbit yang mahal. Sebaliknya, mereka mendorong pendirian penerbit-penerbit di universitas-universitas dan menerbitkan tulisan-tulisan para dosennya sendiri. Hal ini merupakan upaya untuk menyediakan tulisan akademik dengan harga yang lebih murah.

Selain itu, komunitas pustakawan juga terlibat dalam advokasi hak cipta. Misalnya, menyebarluaskan informasi mengenai hak-hak penulis terutama dalam penandatangan kontrak dengan penerbit. Di Amerika Serikat, penerbit umumnya memasukkan pasal yang mengharuskan penulis untuk membayar mereka untuk melakukan distribusi karyanya di lingkungan pengajarannya. Komunitas pustakawan melakukan advokasi kepada penulis untuk meminta pasal ini dihapus sehingga distribusi karya yang diterbitkan kepada lingkungan ajarannya tidak dikenakan biaya.

Komunitas pustakawan juga mengadvokasikan posisi dan pandangan mereka terhadap UU Hak Cipta. Misalnya, hak untuk membuat duplikat tambahan untuk perpustakaan dari bahan-bahan yang diperuntukan untuk kepentingan penyimpanan. UU Hak Cipta Amerika Serikat membolehkan untuk membuat micro film dari koran-koran lokal atau bahan-bahan yang sudah jarang ditemukan dibolehkan untuk kepentingan penyimpanan. Namun demikian, komunitas pustakawan di Amerika Serikat berpandangan, perpustakaan memiliki hak untuk membuat duplikasi tambahan dari micro film yang sudah dibuat untuk kepentingan penyimpanan itu. Komunitas pustakawan di Amerika Serikat juga menentang privatisasi informasi yang diatur dalam WTO.

Komunitas pustakawan ini memiliki organisasi yang efisien. Biaya keanggotaan digunakan untuk membiayai staff dalam skala kecil di Washington DC. Visinya adalah untuk melindungi kepentingan perpustakawan. Fokus pekerjaan mereka adalah isu-isu yang berdampak pada perpustakaan, hak cipta. Selain melakukan kegiatan di atas, mereka juga seringkali melakukan presentasi di hadapan kongres agar mengetahui isu-isu yang dihadapi oleh para pustakawan. Mereka juga aktif bila ada kebijakan nasional yang melanggar hak untuk memperoleh informasi demi alasan keamanan nasional. Sebuah kisah yang seharusnya menginspirasi profesi pustakawan di Indonesia.

1. Sistem Informasi Geografis (SIG) sebagai Pendukung Perencanaan Pemeliharaan Jaringan Telepon Tetap (Studi Kasus STO Cijaura) 2. Sistem Transfer Pulsa Telepon Seluler Berbasis Short Message Service (SMS) 3. Simulasi Otentikasi Biometrik Pengenalan Wajah pada Java Card dengan Metode Neural Network
4. Analisa dan Simulasi Pengaruh Interferensi Terhadap Kualitas Sinyal Pada Sistem DS SS CDMA 5. Perbaikan Kualitas Citra Digital Menggunakan Metode Fuzzy Image Filtering dengan Sharpening 6. Implementasi Perangkat Lunak Alat Bantu Perancangan Data Model Berbasis Web 7. Implementasi Layanan SMS dalam Pengaksesan Informasi Akademik 8. Perancangan Sistem Pencarian dan Pengiriman File Melalui E-Mail 9. Analisa Performansi PowerLine Communication dalam Komunikasi Data dan Akses Internet 10. Implementasi Sistem Informasi Gepgrafis dalam Tahap Site Planning pada Sistem Komunikasi Seluler
11. Sistem Pendukung Keputusan untuk Pemantauan Performansi Jaringan Transport dengan Studi Kasus di PT. Telkom 12. Penanganan Kegagalan Loading pada Data Warehouse 13. Routing Bebas Deadlock dan Bebas Livelock dengan Algoritma Interval Routing pada Jaringan Tidak Teratur 14. Implementasi Business Process Reengineering untuk Membangun Sistem Informasi Divisi Operasional dan Pelayanan PT. Jasa Raharja Cabang Jawa Barat 15. Pembuatan Basis Data Resep Masakan Menggunakan Sistem Manajemen Basis Data Objek Relasional dengan Masukan File Text 16. Perangkat Lunak Simulasi Pentaripan di PT. Telkom 17. Data Mining Association Rules dengan Menggunakan Algoritma Apriori Hybrid 18. Sistem Pendukung Keputusan Seleksi Calon Haji Dinas dengan Metode Simple Multi Atribute Rating Technique (SMART) (Studi Kasus di PT. Pupuk Sriwidjaja Palembang) 19. Sistem Pakar Deteksi Interaksi Obat 20. TCP Congestion Control dengan Menggunakan Algoritma Smooth Star 21. Pencarian Pola-poola Data dengan Menggunakan Alat Bantu Clementine Studi Kasus : Data Traffik dan Data Gangguan di PT. Telkom 22. Aplikasi Collect Short Message Service (SMS) 23. Pengenalan Wajah Manusia dengan Menggunakan Mtode PCA (Principal Component Analysis) pada Subband Wavelet 24. Analisa Penurunan Kualitas Citra yang terjadi pada MMS (Multimedia Messaging Service) 25. Metamorphosis Tiga Dimensi Menggunakan Sistem Scan Verteks 26. Klasifikasi pada Data Mining Menggunakan Algorithma Ant Colony 27. Pengenalan Wajah Menggunakan Pseudo-2D Hidden Markov Model 28. Restorasi Citra dengan Metode Image Inpainting 29. Implementasi Pendeteksian Kelainan Jantung pada Citra Digital Electrocardiogram 30. Implementasi Perangkat Lunak Pencarian Gambar Identik dengan Metode Color Coherence Vector 31. Manajemen Snort, Barnyard, Snortsam dan Oinkmaster Terintegrasi Berbasis Web pada Sistem Deteksi Penyusup 32. Sistem Pengambilan Keputusan Perencanaan Pemasaran Melalui Analisa Pelanggan dengan Metode Customer Retention Management (CRM) 33. Konferensi Video On Line dengan Teknologi Real Time Messaging Collaboration pada Flash Communication Server MX 34. Implementasi Proses Pendeteksian Sisi dengan Teknik Flocking 35. Implementasi Chart Director pada Sistem Informasi 36. Perangkat Lunak Pendukung Aksi Operation And Maintenance Centre (OMC) Madiun 37. Identifikasi Gambar Manusia Telanjang Menggunakan Metode Hebbian Lerning dan Back Propagation Network 38. Sistem Antrian yang Terintegrasi dengan Pengenalan Sidik Jari dan Scoring Board pada Bank 39. Pengenalan Wajah Manusia dengan Menggunakan Metode FLD (Fisher Linear Discriminant) 40. Perangkat Lunak Pendukung Fleksibilitas Aliran Kerja 41. Aplikasi Short Message Service Untuk Pengendalian Jarak Jauh 42. Sistem Pemantau Jumlah Pengunjung di Suatu Ruangan dengan Menggunakan Sensor Laser 43. Sistem Pendukung Keputusan Kelompok Studi Kasus :Pemilu Online HMIF STTTelkom 44. Implementasi Honeypot untuk Pengumpulan Informasi Aktivitas Penyerangan di Suatu Host 45. Perangkat Lunak Evaluasi Produk SLJJ Risti Telkom untuk Rekomendasi Strategi Action Plan Menggunakan Fuzzy Logic 46. Penerapan Text Mining untuk Klasifikasi Jurnal TA Menggunaan Decision Tree 47. Sistem Pendukung Pengambilan Keputusan (SPPK) untuk Memberikan Strategi Layanan dalam Mendukung Loyalitas Siswa di LBPP-Lia Cabang Buah Batu dengan Menggunakan CRM 48. Implementasi Sistem Monitoring Pengajaran di STT Telkom 49. Pembangunan Aplikasi Instant Messaging pada Perangkat Mobile Menggunakan Teknologi JXTA for J2ME 50. Pembangunan Aplikasi Pendukung Proses Transaksi pada Mobile Banking Menggunakan Teknologi J2ME 51. Pengembangan Sistem Pakar Tour Guide Sebagai Fitur pada Aplikasi Bandung City Guide 52. Distributed Query Optimization Menggunakan Perf Join pada DBMS MySQL 53. Pembangunan Aplikasi Messaging List pada Perangkat Mobile Berbasis Java 54. Manajemen Pengetahuan Tugas Akhir Mahasiswa Berbasis Ontologi dan Semantik 55. Implementasi dan Analisa Perbandingan Antara Algoritma JPEG-LS dan JPEG 2000 pada Lossless Image Compression 56. Perangkat Lunak Pemrosesan Lembar Jawaban Pilihan Berganda Berbasis Template dengan Menggunakan Metode Mark Reading (IMR) 57. Sistem Pendukung Keputusan Perencanaan Strategi Promosi Pemasaran SLJJ 58. Pengiriman E-Mail Penting yang ditentukan dengan Menggunakan Filtering Agent Lewat SMS 59. Simulasi Algoritma Genetika Terdistribusi pada System Real Time Studi Kasus : Penjadwalan Pendaratan Pesawat Terbang 60. Translasi Pemodelan UML Custom dalam Bentuk C++ Template 61. Analisis Data Mining dengan Model Association Menggunakan Algoritma Direct Hashing & Pruning 62. Aplikasi Client Server untuk Sinkronisasi Address Book pada Microsoft Outlook 63. Analisis Quality of Service (QoS) Inter Domain Multicast Routing melalui Mekanisme Protokol BGMP dan MSDP 64. Sistem Pendukung Pengambilan Keputusan untuk Evaluasi Produk Penunjang Studi Kasus : Perum Pegadaian Kantor Wilayah Bandung 65. Pengenalan Wajah dengan Menggunakan Embedded Hidden Markov Models (EHMM) dengan Vektor - Vertor Penelitian Two Dimensional Discrete Cosine Transformation (2D-DCT) 66. Perancangan Modul Trouble Ticket pada Network Management System di IS Centre 67. Simulasi Pemrosesan Transaksi Basis Data dengan Studi Kasus Sistem Rekening Perbankan 68. Sistem Pendukung Pengambilan Keputusan Kelayakan Pemberian Kredit Bank untuk Perusahaan Studi Kasus di Bank X Cabang Sumenep 69. Bussiness Process Reengineering Sistem Pendataan Penduduk pada Dinas Kependudukan Kota Medan 70. Kompresi SMS dengan Menggunakan Metode Perulangan Karakter dan Metode Induksi Hirarki Grammar serta Metode Kombinasi Perulangan Karakter Induksi Hirarki Grammar 71. Kompresi SMS pada Handphone Berbasis Java (Analisa Perbandingan Metode Adaptif Aritmatik dengan Metode Adaptif Huffman) 72. Sistem Pendukung Pengambilan Keputusan untuk Pemilihan Matakuliah Pilihan S1 Teknik Informatika STT Telkom dengan Menggunakan Metode AHP (Analytical Hierarchy Process) dan RICH (Rank Incluasion in Creteria Hierarchies) 73. Analisis Perbandingan Performansi RSA dan Elliptic Curve Cryptography (ECC) pada Protokol Secure Socket Layer (SSL) 74. Business Process Reengineering untuk Membangun Sistem Informasi Bagian Sales dan Customer Care di R & D Center PT. Telekomunikasi Indonesia 75. Perangkat Lunak Perbandingan Tarif Telepon Telkom dengan Kompetitor Menggunakan Fuzzy Logic 76. Implementasi Offline Database pada Pocket PC dan Sinkronisasinya dengan Database Server 77. Sistem Pendukung Pengambilan Keputusan Pemberian Bantuan Dana Bagi Organisasi Kemahasiswaan di STTTelkom 78. Perancangan dan Implementasi Layanan Mobile Diary 79. Konversi Teks Berbahasa Indonesia ke Ucapan Bahasa Jepang Menggunakan Prosody 80. Pembangunan Aplikasi Penjadwalan Pengiriman SMSBerdasarkan Waktu Tertentu 81. Aplikasi Sistem Pakar Penentuan Profil Manusia Berdasarkan Konsep Passion 82. Perangkat Lunak Berbasiskan Linux untuk Mendeteksi Perangkat Keras dalam Jaringan 83. Implementasi RSS Reader pada Perangkat Mobile dengan kXML 84. Sistem Pendukung Pengambilan Keputusan (SPPK) Penentuan Rencana Tindakan pada Sektor Pertanian Padi sebagai Bagian dari Penyusunan Renstra Kecamatan dengan Metode Goals Achievement Matrix (GAM) 85. Perangkat Lunak Manajemen Jaringan Berbasis Corba dan Protokol SNMP 86. Identifikasi Lokasi Hidrant dan Jalur Tercepat Menuju Lokasi Kebakaran untuk Dinas Pemadam Kebakaran Menggunakan Sistem Informasi Geografik dengan Algoritma DJIKSTRA 87. Analisis Data Mining Metode Klasifikasi dengan Algoritma ACO (Ant olony Optimization) : Ant Miner3 88. Sistem Informasi Geografis (SIG) untuk Evaluasi Kawasan Lindung di DAS Ciliwung dan DAS Kali Bekasi 89. Sistem Pendukung Pengambilan Keputusan (SPPK) Perencanaan Kapasitas Produksi Studi Kasus PT. Mitra Alam Prima 90. Business Process Reengineering pada Sistem Informasi Call Center 147 Telkom Lembong Bandung 91. Optimalisasi dan Implementasi Komunikasi Data dengan Format XML di Lingkungan Seluler Studi Kasus : Headline Berita Kompas Cyber Media (KCM) 92. Pengelompokan Berita Berbahasa Indonesia Menggunakan Classification 93. Implementasi Layanan Pencetakan dan Transer File pada Ponsel Menggunakan Jini 94. Prediksi Kerusakan Perangkat Menggunakan Jaringan Syaraf Tiruan 95. Sistem Pendukung Pengambilan Keputusan Identifikasi Kebutuhan Pelatihan bagi Pegawai Berbasis Kompetensi (Studi Kasus : PT. Telkom Divisi Regional III) 96. Perencanaan Training di Divre III Telkom dengan Metode SMARTER (Simple Multi Attribute Rating Technique Exploiting Rank) dan RICH (Rank Inclusion in Criteria Hierarchies) 97. Perancangan dan Implementasi Sistem Otomasi Packet Filtering pada Sistem Keamanan Jaringan Airids 98. Analisis Perbandingan Performansi XML-RPC dan SOAP sebagai Message Interchange pada Teknologi Web Service 99. Sistem Pendukung Pengambilan Keputusan Kelompok Penerimaan Peserta Coop di PT. Telkom 100. Implementasi dan Analisis Penggunaan Hash Function dalam Record Management System pada J2ME 101. Implementasi Kompresi Audio Menggunakan Standar MPEG-1 102. Lexicalized Probabilistic Context Free Grammar dengan Algoritma Viterbi untuk Menentukan Most Likely Parse Studi Kasus Bahasa Inggris 103. Translator PL/SQL pada Oracle ke T-SQL pada Microsoft SQL Server 104. Text To Speech pada Personal Digital Assiten Phone 105. Network Management Menggunakan J2ME dan SOAP 106. Pendeteksian Kanker Payudara pada Citra Mammogram Menggunakan Filter Coiflet 5 Wavelet dan Jaringan Syaraf Tiruan 107. Sistem Pendukung Keputusan untuk Seleksi Internal Pegawai dan Usulan Pengadaan Pelatihan Berbasis Kompetensi di PT. Telkom, Tbk 108. Sistem Pendukung Pengontrol Server Berbasis SMS dengan Study Kasus Telkom Divre IV 109. Simulasi Pengalihan Short Message Service (SMS) 110. Sistem Pendukung Keputusan untuk Menentukan Tingkat Kesejahteraan Masyarakat (Studi Kasus : Kabupaten Blitar) 111. Aplikasi Pengubahan Teks SMS Menjadi Suara yang Dapat Diakses Melalui Fasilitas Voice Mail 112. Implementasi SSH Client pada Cellular Phone 113. Pengelompokan Berita Berbahasa Indonesia Menggunakan Clustering 114. Implementasi Perangkat Lunak Digital Voice Taper pada Protokol R2 115. Layanan SMS Iklan Berbasis Lokasi 116. Simulasi Algoritma Semut untuk Penjadwalan (Studi Kasus Penjadwalan Ujian di STT Telkom) 117. Sistem Remote Monitoring Suhu Ruangan Berbasis SMS 118. Analisa dan Implementasi Kerahasisaan Data dengan Teknik Chaffinch 119. Mobile Advertising Menggunakan Teknologi J2ME 120. Data Mining pada Teknik Klasifikasi dengan Menggunakan Algoritma Genetika 121. Implementasi Telnet Client pada Mobile Phone 122. Sistem Pendukung Keputusan Undangan Saringan Masuk STT Telkom (USMS) dengan Metode Technique for Order Preference by Similarity to Ideal Solution (TOPSIS) 123. Analisa Performansi Bluetooth Scatternet dengan Menggunakan Algoritma LMS 124. Implementasi Kartu Pengawasan Anggaran (KPA) dan Rencana Kegiatan Anggaran Perusahaan (RKAP) Beban Non Finansial Secara On Line di Kandatel Jakarta Pusat 125. Sistem Pendukung Pengambilan Keputusan Pengadaan Alat-alat Medis di RS Al - Islam 126. Klasifikasi dalam Data Mining Menggunakan Algorithm SLIQ 127. Deteksi Perubahan pada Citra Menggunakan Linear Dependence Model untuk Surveillance System 128. Perangkat Lunak Pengambilan Keputusan Penentuan Stok Barang (Studi Kasus di Toko Indosari, Surabaya 129. Mining Sequential Pattern Menggunakan Algoritma Winepi dan Minepi 130. Implementasi E-Reverse Auction pada Bagian Logistik Perusahaan (Studi Kasus STTTelkom) 131. Implementasi Steganography pada Citra Digital dengan Menggunakan Metode Adaptive LSB (Least Significant Bits) 132. Integrasi Metode Naive Bayes dengan Metode Smart Heuristic untuk Klasifikasi Spam 133. Konversi Tulisan Hiragana dan Katakana ke dalam Teks Romaji 134. Implementasi Steganography Citra Digital pada Mobile Phone dengan Metode LSB Fixed Size dan OPAP 135. Aplikasi Berbasis Agent Untuk Deteksi Perangkat Keras Komputer Melalui Jaringan Lokal 136. Rancang Bangun Modul Pendukung Pemeliharaan untuk Aplikasi Berasitektur Two Tier (di Samudra Aplikasi Indonesia, CV (SAI)) 137. Implementasi Klasterisasi dalam Data Mining dengan Algoritma Clique 138. Analisis dan Implementasi Penggunaan XML pada Aplikasi Terdistribusi Studi Kasus : Administrasi Call Center secara Remote 139. Implementasi Administrasi Database secara Remote menggunakan WAP 140. Analisa Data Report Telepon Gagal di PT. Telkom Kandatel Riau Daratan 141. Perancangan dan Implementasi Question Authoring Tool untuk Aplikasi KNOVA 142. Rancang Bangun Generator Validasi Menggunakan XML Schema untuk Proses Validasi Data pada Aplikasi Berbasis Java 143. Pemilihan Alat Imaging Technique dalam Mendeteksi Kanker Payudara dengan Menggunakan Simple Additive Weighting Method (Studi Kasus : R.S. Kanker Dharmais, Jakarta Barat) 144. Analisis Perbandingan Algoritma FP-Growth dan Algoritma Tree Projection dalam Pembangkitan Frequent Pattern 145. Analisis perbandingan ecommerce dengan kolaborasi antara ecommerce dan epinion (Studi Kasus: IDC Nusantara) 146. Perangkat Lunak Pengkonversi Teks SMS Menjadi Suara Pada TelkomSMS 147. Sistem Pendukung Pengambilan Keputusan Penentuan Prioritas Pengembangan Industri Kecil Menengah di Kabupaten Bangkalan Madura 148. Sistem Pendukung Pengambilan Keputusan Peningkatan Kinerja SDM yang Mengacu pada Indikator Keberhasilan Perusahaan dengan Pendekatan HR Scorecard (Studi Kasus PT. Mobile-8 Telecom) 149. Kamus Pintar Bahasa Indonesia Untuk Menentukan Kelas Kata Berdasarkan Kelas Akar Kata dan Imbuhan 150. Implementasi Classification Based Assosiation (CBA) pada Data Mining 151. Analisa & Perancangan Modul Query Parsing & Modul Query Dispatching dengan Kemampuan Distribusi Query (Modul ini ditambahkan ke DBMS Mysql u/ dilakukan Perbandingan Performansinya thd DBMS Mysql Biasa) 152. Ektrasi Pola Klasifikasi Menggunakan Jaringan Syaraf Tiruan pada Data Mining 153. Analisa Keamanan Sistem Komputer Terhadap Gangguan DCOM RPC Overflow 154. Implementasi Web Service Untuk Menambah dan Mengurangi Service Pada Web Service Lain 155. Analisis dan Implementasi Aplikasi Bantu Kontrol Kerusakan Inventaris IT Berbasis Pocket PC di PLN Asia Afrika 156. Implementasi Metode Implicit Rating Untuk Menentukan User Interest Pada Web Page 157. Analisa dan Implementasi Public sebagai Sebuah Classifier Pohon Keputusan dalam Data Mining yang Mengintegrasikan Fase Pertumbuhan dan Pemangkasan 158. Implementasi Test Driven Development Dalam Lingkungan Extreme Programming Studi Kasus: Peminjaman Buku Di Perpustakaan STT Telkom 159. Analisis dan Simulasi Multi Value Filter dengan Cellular Neural Network untuk Mengurangi Noise pada Citra Digital 160. Rekayasa Ulang Proses Bisnis Sistem Administrasi dan Perpustakaan Pada SMAN 1 Binjai, Sumatera Utara 161. Aplikasi Adaptasi Format Image Berdasar Type Mini Browser 162. Implementasi dan Analisa Sistem Registrasi Akademik dengan Kaidah Pemrosesan Transaksi Basis Data 163. Aplikasi Call Management pada Voice Communication Berbasis SMS 164. Simulasi Mekanisme Recovery pada Basis Data dengan Algoritma Aries 165. Perangkat Lunak Evaluasi Produk RisTI Telkom dengan Fuzzy Logic Menggunakan Metode PLC (Product Life Cycle) 166. Penggunaan Algoritma Kriptografi One Time Pad Untuk Penyandian Data Alphanumerik (Studi Kasus Pada E-Mail) 167. Implementasi Visual SQL Statement System (VSS) dalam Pembangunan Gui Based-Tool untuk Mengakses Database 168. Implementasi Speech Recognition untuk Proses Autentikasi dengan Algoritma Hidden Markov Model (HMM) ke dalam Digital Signal Prosessor (Motorola DSP56002) dan Smart Card (Siemens SLE4428) 169. Query Executor untuk Sistem Basis Data Terdistribusi Menggunakan DBMS MySQL 170. Aplikasi Phonebook Online bagi Perusahaan Melalui Telepon Seluler dengan Menggunakan WAP dan SMS 171. Aplikasi Permintaan Informasi Tagihan PSTN (Public Switched Telephone Network) Melalui Fixed-SMS (Short Message Service) 172. Perancangan dan Implementasi Aplikasi ETL (Extract Transform Load) pada Data Warehouse 173. Pengembangan Aplikasi untuk Pengelolaan Pengetahuan Dokumen Pribadi Berbasis Ontologi 174. Implementasi Metodologi Tropos dalam Rekayasa Perangkat Lunak Berorientasi Agent (Studi Kasus : Simulasi Penjadwalan Kedatangan Penerbangan di Bandara Mutiara Palu) 175. Analisis Quality of Service (QoS) Multicast Routing Protocol 176. Perancangan Dan Implementasi Perangkat Lunak Informasi Akademik Berbasis Computer Telephony Integration 177. Perangkat Lunak Administrasi Dan Monitoring Aktifitas Database 178. Implementasi Supply Chain Management dalam Mendukung Pemasaran Kartu Prabayar GSM Simpati (Studi Kasus : Telkomsel Regional IX) 179. Perangkat Lunak Sebagai Alat bantu Pemilihan Alternatif Keputusan Menggunakan Programa Linier (Studi Kasus : Penentuan Kombinasi 2 Produk untuk Perolehan Laba Maksimal) 180. Sistem Perencanaan Promosi Pegawai di PT. Arsintegrasi 181. Sistem Pendukung Keputusan Mengukur Kinerja Perusahaan dengan Metoda Balanced Scorecard (Studi Kasus : PT. Jasa Marga Cab. Padaleunyi-Citarum) 182. Sistem Pendukung Pengambilan Keputusan Penentuan Strategi Perusahaan dengan Metoda Analisa Swot (Strenghts, Weakness, Opportunities and Threats) Studi Kasus PT. KAI Sub Divisi Grafika Bandung 183. Perangkat Lunak Programa Linier untuk Optimasi Solusi Knapsack Problem dengan Menggunakan Metode Dynamic Programming 184. Analisis Perbandingan Performansi Protokol Multicast Ad Hoc On Demand Distance Vector dan On Demand Multicast Routing Protocol pada Mobile Ad Hoc Network 185. Sistem Pendukung Pengambilan Keputusan Peramalan Produksi Studi Kasus di Balai Grafika PT. Kereta Api Indonesia 186. Sistem Pendukung Pengambilan Keputusan Penentuan Prioritas Persediaan Barang dalam Penjualan Peralatan Komputer dengan Metoda Statistika dan Analysis Hierarchy Process 187. Perangkat Lunak Penentuan Biaya Pokok Produk dengan Menggunakan Pendekatan Sistem Activity Based Costing (ABC) Studi Kasus Divisi Properti PT. Telkom 188. Sistem Pendukung Pengambilan Keputusan Seleksi Pelamar Kerja Menggunakan Metode AHP dengan Analisis Sensitivitas Studi Kasus PT. FDK Indonesia 189. Identifikasi Tanda Tangan Manusia dengan Jaringan Syaraf Tiruan 190. Sistem Identifikasi Pembicara dengan Metode Tespar dan Arsitektur Multi Layer Perceptron (MLP) 191. Perancangan dan Implementasi Sistem Operasi pada Intel 386 192. Sistem Pengambilan Keputusan Desain Jet Pump dengan Metode Optimalization Via Analytical Formula Injeksi Fluida Berbasis Web Studi Kasus di Lab. Teknik Produksi Jurusan Teknik Perminyakan ITB 193. Analisa Kualitas Layanan pada Jaringan Internet Melalui Mekanisme Protokol Diffserv dengan Algoritma CBQ (Class Based Queuing) 194. Optimasi Penjadwalan Sumber Daya Proyek Menggunakan Algoritma Genetik 195. Sistem Seleksi Rehabilitasi Gedung/Ruang Kerja Milik Pemerintah Kota Jakarta Pusat 196. Verifikasi File Berekstensi Doc Menggunakan Teknik Watermark 197. Sistem Pendukung Pengambilan Keputusan Belanja Berkelompok Berdasarkan Keinginan Pembeli 198. Pembangunan Perangkat Lunak Alat Bantu Analisa Traffik Data Internet Studi Kasus pada jaringan Komputer PT. Trada Group 199. Analisa Kecepatan Pelatihan Jaringan Syaraf Tiruan dengan Penggabungan Metode Jaringan Widrow Hoff dan Jaringan Propagasi Balik pada Deteksi Wajah 200. Design dan Implementasi SMS Gateway sebagai Penghubung antara SMCS dan HTTP Server Menggunakan SMPP 3.4 DOWNLOAD Lebih Dari 2000 Judul SKIPSI/TUGAS AKHIR disini (Judul Skripsi/Tugas Akhir Teknik Informatika, Manajemen Informatika, Sistem Informasi, Teknik Komputer, Teknik Elektro DLL)
Related Posts by Categories

SEJARAH KOMPUTER
1. PENGERTIAN KOMPUTER
Komputer adalah alat yang dipakai untuk mengolah data menurut prosedur yang telah dirumuskan. Kata computer semula dipergunakan untuk menggambarkan orang yang perkerjaannya melakukan perhitungan aritmatika, dengan atau tanpa alat bantu, tetapi arti kata ini kemudian dipindahkan kepada mesin itu sendiri.

Asal mulanya, pengolahan informasi hampir eksklusif berhubungan dengan masalah aritmatika, tetapi komputer modern dipakai untuk banyak tugas yang tidak berhubungan dengan matematika.
Secara luas, Komputer dapat didefinisikan sebagai suatu peralatan elektronik yang terdiri dari beberapa komponen, yang dapat bekerja sama antara komponen satu dengan yang lain untuk menghasilkan suatu informasi berdasarkan program dan data yang ada. Adapun komponen komputer adalah meliputi : Layar Monitor, CPU, Keyboard, Mouse dan Printer (sbg pelengkap). Tanpa printer komputer tetap dapat melakukan tugasnya sebagai pengolah data, namun sebatas terlihat dilayar monitor belum dalam bentuk print out (kertas).
Dalam definisi seperti itu terdapat alat seperti slide rule, jenis kalkulator mekanik mulai dari abakus dan seterusnya, sampai semua komputer elektronik yang kontemporer. Istilah lebih baik yang cocok untuk arti luas seperti "komputer" adalah "yang memproses informasi" atau "sistem pengolah informasi."





2. SEJARAH KOMPUTER
a. Penggolongan Alat Pengolah Data
Bagaimanapun juga alat pengolah data dari sejak jaman purba sampai saat ini bisa kita golongkan ke dalam 4 golongan besar:
1) Peralatan manual: yaitu peralatan pengolahan data yang sangat sederhana, dan faktor terpenting dalam pemakaian alat adalah menggunakan tenaga tangan manusia. Contoh : Abacus
Abacus, yang muncul sekitar 5000 tahun yang lalu di Asia kecil dan masih digunakan di beberapa tempat hingga saat ini, dapat dianggap sebagai awal mula mesin komputasi. Alat ini memungkinkan penggunanya untuk melakukan perhitungan menggunakan biji­bijian geser yang diatur pada sebuh rak. Para pedagang di masa itu menggunakan abacus untuk menghitung transaksi perdagangan. Seiring dengan munculnya pensil dan kertas, terutama di Eropa, abacus kehilangan popularitasnya.

2) Peralatan Mekanik: yaitu peralatan yang sudah berbentuk mekanik yang digerakkan dengan tangan secara manual
a) Pascaline
Pada tahun 1642, Blaise Pascal (1623­1662), yang pada waktu itu berumur 18 tahun, menemukan apa yang ia sebut sebagai kalkulator roda numerik (numerical wheel calculator) untuk membantu ayahnya melakukan perhitungan pajak.
Kotak persegi kuningan ini yang dinamakan Pascaline, menggunakan delapan roda putar bergerigi untuk menjumlahkan bilangan hingga delapan digit. Alat ini merupakan alat penghitung bilangan berbasis sepuluh. Kelemahan alat ini adalah hanya terbatas untuk melakukan penjumlahan.
Tahun 1694, seorang matematikawan dan filsuf Jerman, Gottfred Wilhem von Leibniz (1646­1716) memperbaiki Pascaline dengan membuat mesin yang dapat mengalikan. Sama seperti pendahulunya, alat mekanik ini bekerja dengan menggunakan roda­roda gerigi. Dengan mempelajari catatan dan gambar­gambar yang dibuat oleh Pascal, Leibniz dapat menyempurnakan alatnya.
b) Kalkulator Mekanik(Arithometer)
Charles Xavier Thomas de Colmar menemukan mesin yang dapat melakukan empat fungsi aritmatik dasar. Kalkulator mekanik Colmar, arithometer, mempresentasikan pendekatan yang lebih praktis dalam kalkulasi karena alat tersebut dapat melakukan penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian.

3) Peralatan Mekanik Elektronik: Peralatan mekanik yang digerakkan oleh secara otomatis oleh motor elektronik
a) Mesin Uap Differensiil
Awal mula komputer yang sebenarnya dibentuk oleh seoarng profesor matematika Inggris, Charles Babbage (1791­1871). Tahun 1812, Babbage memperhatikan kesesuaian alam antara mesin mekanik dan matematika. Mesin mekanik sangat baik dalam mengerjakan tugas yang sama berulangkali tanpa kesalahan; sedang matematika membutuhkan repetisi sederhana dari suatu langkah­langkah tertenu. Masalah tersebut kemudain berkembang hingga menempatkan mesin mekanik sebagai alat untuk menjawab kebutuhan mekanik.
Usaha Babbage yang pertama untuk menjawab masalah ini muncul pada tahun 1822 ketika ia mengusulkan suatu mesin untuk melakukan perhitungan persamaan differensil. Mesin tersebut dinamakan Mesin Differensial. Dengan menggunakan tenaga uap, mesin tersebut dapat menyimpan program dan dapat melakukan kalkulasi serta mencetak hasilnya secara otomatis
b) Analytical Engine
Setelah bekerja dengan Mesin Differensial selama sepuluh tahun, Babbage tiba­tiba terinspirasi untuk memulai membuat komputer general­ purpose yang pertama, yang disebut Analytical Engine.
Asisten Babbage, Augusta Ada King (1815­1842) memiliki peran penting dalam pembuatan mesin ini. Ia membantu merevisi rencana, mencari pendanaan dari pemerintah Inggris, dan mengkomunikasikan spesifikasi Anlytical Engine kepada publik. Selain itu, pemahaman Augusta yang baik tentang mesin ini memungkinkannya membuat instruksi untuk dimasukkan ke dalam mesin dan juga membuatnya menjadi programmer wanita yang pertama.
Pada tahun 1980, Departemen Pertahanan Amerika Serikat menamakan sebuah bahasa pemrograman dengan nama ADA sebagai penghormatan kepadanya. Mesin uap Babbage, walaupun tidak pernah selesai dikerjakan, tampak sangat primitif apabila dibandingkan dengan standar masa kini. Bagaimanapun juga, alat tersebut menggambarkan elemen dasar dari sebuah komputer modern dan juga mengungkapkan sebuah konsep penting. Terdiri dari sekitar 50.000 komponen, desain dasar dari Analytical Engine menggunakan kartu­kartu perforasi (berlubang­lubang) yang berisi instruksi operasi bagi mesin tersebut.
Pada 1889, Herman Hollerith (1860­1929) juga menerapkan prinsip kartu perforasi untuk melakukan penghitungan. Tugas pertamanya adalah menemukan cara yang lebih cepat untuk melakukan perhitungan bagi Biro Sensus Amerika Serikat. Sensus sebelumnya yang dilakukan di tahun 1880 membutuhkan waktu tujuh tahun untuk menyelesaikan perhitungan. Dengan berkembangnya populasi, Biro tersebut memperkirakan bahwa dibutuhkan waktu sepuluh tahun untuk menyelesaikan perhitungan sensus.

4) Peralatan Elektronik: Peralatan yang bekerjanya secara elektronik penuh
Pada tahun 1903, John V. Atanasoff dan Clifford Berry mencoba membuat komputer elektrik yang menerapkan aljabar Boolean pada sirkuit elektrik. Pendekatan ini didasarkan pada hasil kerja George Boole (1815­1864) berupa sistem biner aljabar, yang menyatakan bahwa setiap persamaan matematik dapat dinyatakan sebagai benar atau salah. Dengan mengaplikasikan kondisi benar­salah ke dalam sirkuit listrik dalam bentuk terhubung­terputus, Atanasoff dan Berry membuat komputer elektrik pertama di tahun 1940. Namun proyek mereka terhenti karena kehilangan sumber pendanaan.

b. Penggolongan Komputer
Penggolongan komputer berdasarkan 5 hal:
1) Data yang diolah
a) Komputer Analog
digunakan untuk mengolah data kualitatif, bekerja secara kontinu dan parallel, biasanya tidak memerlukan bahasa perantara. Contohnya komputer yang digunakan dirumah sakit untuk mengukur suhu, kecepatan suara, voltase listrik.


Gambar 1 Komputer Analog

b) Komputer Digital
Digunakan untuk mengolah data kuantitatif (huruf, angka, kombinasi huruf & angka, karakter­karakter khusus) biasanya memerlukan bahasa perantara. Contohnya komputer PC dll.


Gambar 2 Komputer Digital

c) Komputer Hybrid
Merupakan kombinasi antara komputer analog dengan digital. Contohnya: Facsimile

Gambar 3 Komputer Hybrid

2) Penggunaan
Berdasarkan penguunaannya komputer dibedakan menjadi 2 yaitu :
a) Komputer Untuk Tujuan Khusus (Special Purpose Computer)
Komputer yang dirancang untuk menyelesaikan masalah yang khusus yg biasanya hanya berupa satu masalah saja. Komputer ini dapat berupa komputer digital maupun komputer analog, dan mumnya komputer analog adalah special purpose computer. Komputer ini banyak dikembangkan untuk pengontrolan yang otomatis pada proses-proses industri seperti pabrik kimia, penyulingan minyak, pabrik baja serta untuk tujuan militer
b) Komputer Untuk Tujuan Umum (General Purpose Computer)
Komputer yang dirancang untuk menyelesaikan bermacam-macam masalah dengan program-program yang bermacam-macam pula. Dibandingkan dengan special-purpose computer, kecepatannya lebih rendah. Dipakai untuk berbagai keperluan, untuk aplikasi bisnis, teknik, pendidikan, pengolahan kata, permainan, dsb. Komputer ini dapat berupa komputer digital maupun komputer analog, dan umumnya komputer digital adalah general purpose computer.

3) Kapasitas dan ukurannya
Berdasarkan kapasitas dan ukurannya komputer dibedakan menjadi 6 yaitu :
a) Tower (menara) adalah yang biasanya diletakkan disamping atau dibawah meja, karena ukurannya yang relatif besar, sehingga memenuhi meja. Komputer ini biasanya banyak memiliki ruang didalamnya dan banyak memiliki expansion slot (tempat untuk memasang card tambahan), sehingga bisa ditambahkan dengan berbagai perangkat tambahan.

b) Desktop (meja) adalah komputer yang ukuran sedikit lebih kecil dari dari Tower, tetapi biasanya diletakkan diatas meja. Komputer ini paling banyak dipakai karena harganya yang lebih murah bila dibandingkan dengan bentuk yang lain.
c) Portable (mudah dibawa­bawa) adalah komputer yang ukuran sedikit lebih kecil dari Desktop, karena bagian­bagiannya dapat dirangkai menjadi satu kotak saja, sehingga mudah dibawa kemana­mana. Komputer ini ditujukan bagi pemakai yang sering bertugas ilapangan, misalnya insinyur yang bertugas menyelesaikan suatu rumah atau peneliti yang mengumpulkan data dilokasi yang jauh dari kantornya. Komputer ini kurang populer karena relatif besar dan berat.
d) Notebook (buku catatan) adalah komputer yang ukurannya sebesar buku.. Notebook mempunyai ukuran yang sama dengan kerta kuarto, yaitu 8 ½ x 11 inci, tebalnya berkisar 1 hingga 1 ½ inci dan beratnya antara 4 sampai 6 kg
e) Subnotebook adalah komputer yang ukuran ada diantara komputer notebook dan palmtop. Ukuran komputer ini sedikit lebih kecil dari notebook karena ada sebagian perangkat yang tidak dipasang, biasanya disk drive.
f) Palmtop adalah komputer yang dapat digenggam, karena ukurannya yang sangat kecil. Komputer ini sering disebut handheld computer. Komputer ini tidak memerlukan aliran listrik, melainkan baterai kecil biasa (ukuran AA). Kelemahan dari komputer ini adalah layarnya yang terlalu kecil dan keyboardnya sedikit lebih kecil dari ukuran standar, sehingga menyulitkan pemakai.



4) Perkembangan Hardware
Berdasarkan perkembangan hardware, komputer terbagi dalam 5 generasi yaitu:
a) Komputer Generasi Pertama (1946­1959)
Dengan terjadinya Perang Dunia II, negara­negara yang terlibat dalam perang tersebut berusaha mengembangkan untuk mengeksploit potensi strategis yang dimiliki komputer.
Hal ini meningkatkan pendanaan pengembangan komputer serta mempercepat kemajuan teknik komputer.
(1) Colassus
(2) Mark I
(3) ENIAC
(4) EDVAC
(5) UNIVAC I
Ciri komputer generasi pertama adalah:
 Penggunaan tube vakum (yang membuat komputer pada masa tersebut berukuran sangat besar)
 Adanya silinder magnetik untuk penyimpanan data.
 Instruksi operasi dibuat secara spesifik untuk suatu tugas tertentu.
 Setiap komputer memiliki program kode­biner yang berbeda yang disebut “bahasa mesin” (machine language). Hal ini menyebabkan komputer sulit untuk diprogram dan membatasi kecepatannya.

b) Komputer Generasi Kedua (1959­1964)
Stretch dan LARC

Mesin pertama yang memanfaatkan teknologi baru ini adalah superkomputer. IBM membuat superkomputer bernama Stretch, dan Sprery­ Rand membuat komputer bernama LARC. Komputer­komputer ini,yang dikembangkan untuk laboratorium energi atom, dapat menangani sejumlah besar data, sebuah kemampuan yang sangat dibutuhkan oleh peneliti atom. Mesin tersebut sangat mahal dan cenderung terlalu kompleks untuk kebutuhan komputasi bisnis, sehingga membatasi kepopulerannya.
Hanya ada dua LARC yang pernah dipasang dan digunakan: satu di Lawrence Radiation Labs di Livermore, California, dan yang lainnya di US Navy Research and Development Center di Washington D.C. Komputer generasi kedua menggantikan bahasa mesin dengan bahasa assembly. Bahasa assembly adalah bahasa yang menggunakan singkatan­singakatan untuk menggantikan kode biner.
Pada awal 1960­an, mulai bermunculan komputer generasi kedua yang sukses di bidang bisnis, di universitas, dan di pemerintahan. Komputer generasi kedua ini merupakan komputer yang sepenuhnya menggunakan transistor. Mereka juga memiliki komponen­komponen yang dapat diasosiasikan dengan komputer pada saat ini: printer, penyimpanan dalam disket, memory, sistem operasi, dan program.
Salah satu contoh penting komputer pada masa ini adalah IBM 1401 yang diterima secara luas di kalangan industri. Pada tahun 1965, hampir seluruh bisnis­bisnis besar menggunakan komputer generasi kedua untuk memproses informasi keuangan.
Program yang tersimpan di dalam komputer dan bahasa pemrograman yang ada di dalamnya memberikan fleksibilitas kepada komputer. Fleksibilitas ini meningkatkan kinerja dengan harga yang pantas bagi penggunaan bisnis. Dengan konsep ini, komputer dapat mencetak faktur pembelian konsumen dan kemudian menjalankan desain produk atau menghitung daftar gaji.
Beberapa bahasa pemrograman mulai bermunculan pada saat itu. Bahasa pemrograman Common Business­Oriented Language (COBOL) dan Formula Translator (FORTRAN) mulai umum digunakan. Bahasa pemrograman ini menggantikan kode mesin yang rumit dengan kata­kata, kalimat, dan formula matematika yang lebih mudah dipahami oleh manusia. Hal ini memudahkan seseorang untuk memprogram dan mengatur komputer. Berbagai macam karir baru bermunculan (programmer, analyst, dan ahli sistem komputer). Industri piranti lunak juga mulai bermunculan dan berkembang pada masa komputer generasi kedua ini.
Ciri-ciri komputer pada generasi kedua:

 Penggunaan transistor sehingga ukurannya lebih kecil
 Adanya pengembangan memori inti­magnetik membantu pengembangan komputer generasi kedua yang lebih kecil, lebih cepat, lebih dapat diandalkan, dan lebih hemat energi dibanding para pendahulunya
 Penggantian dari bahasa mesin menjadi bahasa Asembly
 Muncul bahasa pemrograman COBOL dan FORTRAN

c) Komputer Generasi Ketiga (1964­1970)
Walaupun transistor dalam banyak hal mengungguli tube vakum, namun transistor menghasilkan panas yang cukup besar, yang dapat berpotensi merusak bagian­bagian internal komputer. Batu kuarsa (quartz rock) menghilangkan masalah ini. Jack Kilby, seorang insinyur di Texas Instrument, mengembangkan sirkuit terintegrasi (IC : integrated circuit) di tahun 1958. IC mengkombinasikan tiga komponen elektronik dalam sebuah piringan silikon kecil yang terbuat dari pasir kuarsa. Pada ilmuwan kemudian berhasil memasukkan lebih banyak komponen­komponen ke dalam suatu chiptunggal yang disebut semikonduktor. Hasilnya, komputer menjadi semakin kecil karena komponen­komponen dapat dipadatkan dalam chip. Kemajuan komputer generasi ketiga lainnya adalah penggunaan system operasi (operating system) yang memungkinkan mesin untuk menjalankan berbagai program yang berbeda secara serentak dengan sebuah program utama yang memonitor dan mengkoordinasi memori komputer.
Ciri-ciri komputer pada generasi ketiga:

 Penggunaan IC(Intregrated Circuit)
 Ukuran komputer menjadi lebih kecil
 Ditemukannya Sistem Operasi

d) Komputer Generasi Keempat (1979­sekarang)
Setelah IC, tujuan pengembangan menjadi lebih jelas: mengecilkan ukuran sirkuit dan komponen­komponen elektrik. Large Scale Integration (LSI) dapat memuat ratusan komponen dalam sebuah chip. Pada tahun 1980­ an, Very Large Scale Integration (VLSI) memuat ribuan komponen dalam sebuah chip tunggal. Ultra­Large Scale Integration (ULSI) meningkatkan jumlah tersebut menjadi jutaan. Kemampuan untuk memasang sedemikian banyak komponen dalam suatu keping yang berukurang setengah keping uang logam mendorong turunnya harga dan ukuran komputer. Hal tersebut juga meningkatkan daya kerja, efisiensi dan keterandalan komputer.
Chip Intel 4004 yang dibuat pada tahun 1971 membawa kemajuan pada IC dengan meletakkan seluruh komponen dari sebuah komputer (central processing unit, memori, dan kendali input/output) dalam sebuah chip yang sangat kecil. Sebelumnya, IC dibuat untuk mengerjakan suatu tugas tertentu yang spesifik. Sekarang, sebuah mikroprosesor dapat diproduksi dan kemudian diprogram untuk memenuhi seluruh kebutuhan yang diinginkan. Tidak lama kemudian, setiap perangkat rumah tangga seperti microwave oven, televisi, dan mobil dengan electronic fuel injection dilengkapi dengan mikroprosesor.
Perkembangan yang demikian memungkinkan orang­orang biasa untuk menggunakan komputer biasa. Komputer tidak lagi menjadi dominasi perusahaan­perusahaan besar atau lembaga pemerintah. Pada pertengahantahun 1970­an, perakit komputer menawarkan produk komputer mereka ke masyarakat umum. Komputer­komputer ini, yang disebut minikomputer, dijual dengan paket piranti lunak yang mudah digunakan oleh kalangan awam. Piranti lunak yang paling populer pada saat itu adalah program word processing dan spreadsheet. Pada awal 1980­an, video game seperti Atari 2600 menarik perhatian konsumen pada komputer rumahan yang lebih canggih dan dapat diprogram.
Pada tahun 1981, IBM memperkenalkan penggunaan Personal Computer (PC) untuk penggunaan di rumah, kantor, dan sekolah. Jumlah PC yang digunakan melonjak dari 2 juta unit di tahun 1981 menjadi 5,5 juta unit di tahun 1982. Sepuluh tahun kemudian, 65 juta PC digunakan. Komputer melanjutkan evolusinya menuju ukuran yang lebih kecil, dari komputer yang berada di atas meja (desktop computer) menjadi komputer yang dapat dimasukkan ke dalam tas (laptop), atau bahkan komputer yang dapat digenggam (palmtop).
IBM PC bersaing dengan Apple Macintosh dalam memperebutkan pasar komputer. Apple Macintosh menjadi terkenal karena mempopulerkan system grafis pada komputernya, sementara saingannya masih menggunakan komputer yang berbasis teks. Macintosh juga mempopulerkan penggunaan piranti mouse.
Pada masa sekarang, kita mengenal perjalanan IBM compatible dengan pemakaian CPU: IBM PC/486, Pentium, Pentium II, Pentium III, Pentium IV (Serial dari CPU buatan Intel). Juga kita kenal AMD k6, Athlon, dsb. Ini semua masuk dalam golongan komputer generasi keempat. Seiring dengan menjamurnya penggunaan komputer di tempat kerja, cara­cara baru untuk menggali potensial terus dikembangkan. Seiring dengan bertambah kuatnya suatu komputer kecil, komputer­komputer tersebut dapat dihubungkan secara bersamaan dalam suatu jaringan untuk saling berbagi memori, piranti lunak, informasi, dan juga untuk dapat saling berkomunikasi satu dengan yang lainnya. Komputer jaringan memungkinkan komputer tunggal untuk membentuk kerjasama elektronik untuk menyelesaikan suatu proses tugas. Dengan menggunakan perkabelan langsung (disebut juga local area network, LAN), atau kabel telepon, jaringan ini dapat berkembang menjadi sangat besar
Ciri-ciri komputer pada generasi keempat:
• Digunakannya LSI, VLSI, ULSI
• Digunakannya mikroprosesor

e) Komputer Generasi Kelima
Mendefinisikan komputer generasi kelima menjadi cukup sulit karena tahap ini masih sangat muda. Contoh imajinatif komputer generasi kelima adalah komputer fiksi HAL9000 dari novel karya Arthur C. Clarke berjudul 2001:Space Odyssey. HAL menampilkan seluruh fungsi yang diinginkan dari sebuah komputer generasi kelima. Dengan kecerdasan buatan (artificial intelligence), HAL dapat cukup memiliki nalar untuk melakukan percapakan dengan manusia, menggunakan masukan visual, dan belajar dari pengalamannya sendiri.
Walaupun mungkin realisasi HAL9000 masih jauh dari kenyataan, banyak fungsi­fungsi yang dimilikinya sudah terwujud. Beberapa komputer dapat menerima instruksi secara lisan dan mampu meniru nalar manusia. Kemampuan untuk menterjemahkan bahasa asing juga menjadi mungkin. Fasilitas ini tampak sederhana. Namun fasilitas tersebut menjadi jauh lebih rumit dari yang diduga ketika programmer menyadari bahwa pengertian manusia sangat bergantung pada konteks dan pengertian ketimbang sekedar menterjemahkan kata­kata secara langsung.
Banyak kemajuan di bidang desain komputer dan teknologi semkain memungkinkan pembuatan komputer generasi kelima. Dua kemajuan rekayasa yang terutama adalah kemampuan pemrosesan paralel, yang akan menggantikan model Von Neumann. Model Von Neumann akan digantikan dengan sistem yang mampu mengkoordinasikan banyak CPU untuk bekerja secara serempak. Kemajuan lain adalah teknologi superkonduktor yang memungkinkan aliran elektrik tanpa ada hambatan apapun, yang nantinya dapat mempercepat kecepatan informasi.
Jepang adalah negara yang terkenal dalam sosialisasi jargon dan proyek komputer generasi kelima. Lembaga ICOT (Institute for new Computer Technology) juga dibentuk untuk merealisasikannya. Banyak kabar yang menyatakan bahwa proyek ini telah gagal, namun beberapa informasi lain bahwa keberhasilan proyek komputer generasi kelima ini akan membawa perubahan baru paradigma komputerisasi di dunia.


Ciri-ciri komputer pada generasi keempat:
• Adanya kecerdasan buatan
• Mengkoordinasikan CPU secara serempak
• Adanya teknologi super konduktor

5) Sejarah Komputer berdasarkan perkembangan software









Gambar 4: Perkembangan Software dalam berbagai Era

a) Era Pioner
Bentuk perangkat lunak pada awalnya adalah sambungan­sambungan kabel ke antar bagian dalam Komputer. Cara lain dalam mengakses komputer adalah menggunakan punched card yaitu kartu yang di lubangi. Penggunaan komputer saat itu masih dilakukan secara langsung, sebuah program untuk sebuah mesin untuk tujuan tertentu. Pada era ini, perangkat lunak merupakan satu kesatuan dengan perangkat kerasnya. Penggunaan komputer dilakukan secara langsung dan hasil yang selesai di kerjakan komputer berupa print out. Proses yang di lakukan di dalam komputer berupa baris instruksi yang secara berurutan di proses. Contoh komputer pada era ini adalah komputer ENIAC.

b) Era Stabil
Pada era stabil penggunaan komputer sudah banyak di gunakan, tidak hanya oleh kalangan peneliti dan akademi saja, tetapi juga oleh kalangan industri / perusahaan. Perusahaan perangkat lunak bermunculan, dan sebuah perangkat lunak dapat Menjalankan beberapa fungsi, dari ini perangkat lunak mulai bergeser menjadi sebuah produk. Baris­baris perintah perangkat lunak yang di jalankan oleh komputer bukan lagi satu­satu, tapi sudah seperti banyak proses yang di lakukan secara serempak (multi tasking). Sebuah perangkat lunak mampu menyelesaikan banyak pengguna (multi user) secara cepat/langsung (real time). Pada era ini mulai di kenal sistem basis data, yang memisahkan antara program (pemroses) dengan data (yang di proses).
c) Era Mikro
Sejalan dengan semakin luasnya PC dan jaringan komputer di era ini, perangkat lunak juga berkembang untuk memenuhi kebutuhan perorangan. Perangkat lunak dapat di bedakan menjadi perangkat lunak sistem yang bertugas menangani internal dan perangkat lunak aplikasi yang digunakan secara langsung oleh penggunannya untuk keperluan tertentu. Automatisasi yang ada di dalam perangkat lunak mengarah ke suatu jenis kecerdasan buatan.
d) Era Modern
Saat ini perangkat lunak sudah terdapat di mana­mana, tidak hanya pada sebuah superkomputer dengan 25 prosesornya, sebuah komputer genggampun telah di lengkapi dengan perangkat lunak yang dapat di sinkronkan dengan PC. Tidak hanya komputer, bahkan peralatan seperti telepon, TV, hingga ke mesin cuci, AC dan microwave, telah di tanamkan perangkat lunak untuk mengatur operasi peralatan itu. Dan yang hebatnya lagi adalah setiap peralatan itu akan mengarah pada suatu saat kelak akan dapat saling terhubung. Pembuatan sebuah perangkat lunak bukan lagi pekerjaan segelentir orang, tetapi telah menjadi pekerjaan banyak orang, dengan beberapa tahapan proses yang melibatkan berbagai disiplin ilmu dalam perancangannya. Tingkat kecerdasan yang di tunjukkan oleh perangkat lunak pun semakin meningkat, selain permasalahan teknis, perangkat lunak sekarang mulai bisa mengenal suara dan gambar.